Hehehe.. dunia memang sudah berubah jadi gila!! Contohnya kasus yang baru-baru ini terjadi di Depok. Tepatnya di sebuah Masjid yang konon katanya kubahnya dibuat dari emas.

Yang namanya masjid adalah tempat ibadah. Masjid sering disebut Baitullah alias Rumah Allah. Karenanya, aturan-aturan yang berlaku di masjid adalah aturan-aturan yang dibuat Allah danRasul-Nya. Tetapi tidak berlaku di MKE ini. Tidak puas dengan aturan yang sudah ada, mereka menambahkan sebuah aturan baru yang cukup spektakuler; ANAK KECIL DILARANG MASUK!! Nah lho!! Peraturan yang bahkan tidak akan kita temui di Masjidil Haram sekalipun.

Lucu yah.. kalau dilihat dari sumber-sumber hukum islam (Al Qur’an & Hadits) tidak akan pernah kita temui aturan yang melarang anak kecil masuk ke masjid. Setahuku sih, yang dilarang itu cuma orang kafir atau orang muslim yang lagi junub atau mabuk.

Padahal, mengajak anak kecil ke masjid adalah salah satu bentuk tarbiyah dini bagi anak-anak agar mereka memiliki kecintaan terhadap masjid. Eh.. ini malah melarang anak kecil masuk ke masjid. Kabarnya sih, akibat kebijakan spektakuler ini, banayak orang tua yang terpaksa batal sholat fardu di masjid ini karena tidak diperkenankan membawa serta anaknya masuk ke masjid, dengan kata lain kalau ada orang tua bawa anak kecil mau masuk masjid, anaknya harus ditinggal di luar masjid… Gila! Kalo anaknya entar hilang gimana?? ^_^!

Kabarnya sih alasan pelarangan itu adalah demi menjaga Ketenangan & Kebersihan Masjid…(mungkin karena masjidnya dibangun dengan megah, jadi pengelolanya merasa eman-eman) Lucu ya?! Kalo menurutku sih gak ada korelasi positif antara kedua hal di atas, yang ada malah korelasi negatif dengan pemakmuran masjid. Padahal perintah yang kita terima sebagai muslim adalah memakmurkan masjid, bukan justru bermegah-megah dalam membangun masjid (yang ini malah ada larangan yang disertai ancama lho!!)

Dari Anas berkata, Rasululloh shalallohi ‘alaihi wassalam bersabda : “Kiamat tidak akan terjadi hingga manusia saling
berbangga-bangga di dalam masjid” ( Alkhamsah, kecuali At Tirmidzi, Ibnu Khujaimah mensahihkannya ).


Dari Ibnu Abbas Radhiallu Anhu ia berkata, Rasululloh shalallohi ‘alaihi wassalam bersabda : “Aku tidak diperintahkan
untuk memegahkan mesjid” ( HR Abu Dawud dan Ibnu Hibban mensahihkannya ).

Untungnya sih, pengelolanya ga bengal-bengal amat, setelah banyak yang komplain (bahkan ada yang laporan ke DPRD & Walikota Depok) akhirnya pengelola memberi jawaban bahwa peraturan ini hanya sementara. Jadi masih memungkinkan untuk ditinjau ulang (kayak undang-undang aja ya?). Mereka menyatakan kurang mengetahui bahwa permaslahan ini adalah masalah yang krusial & berdampak luas.

Yah.. terlepas dari iktikad baik dari pengelola yang perlu diberi apresiasi, terungkap sebuah kenyataan; kekurang fahaman pengelola dalam hal-hal yang penting sebelum mereka melakukan sesuatu. Bangun masjid ga tau aturannya. Ngamal tapi ga tau ilmunya. Mungkin inilah cerminan bangsa kita….. Tanya Kenapa??