1. Imam Bukari r.h. berkata (hadits 3729):
Abu Yam’n meriwayatkan kepada kami dari Syu’aib dari Zuhri dia berkata, Ali ibn Husain meriwayatkan kepadaku bahwa Miswar ibn Makhramah berkata, Sesungguhnya Ali meminang anak perempuan Abu Jahal. Kemudian Fatimah mendengar tentang hal itu lalu kemudian dia datang kepada Rasulullah s.a.w. dan berkata, “Kaummu mengira bahwa kamu tidak marah karena putri-putrimu.
Dan ini Ali (ingin) menikahi anak perempuan Abu Jahal.” Lalu Rasulullah s.a.w. berdiri, maka dia pun berdiri. Kemudian aku mendengarkan Beliau ketika mengucapkan tasyahhud (seperti pada khutbah) dan berkata, “Amma Ba’d, Aku telah menikahkan Abu ‘Ash ibn Rabi’ kemudian dia berbicara kepadaku dan jujur kepadaku. Dan sesungguhnya Fatimah adalah darah dagingku dan aku tidak senang ada sesuatu yang menyakitinya. Demi Allah, tidak berkumpul anak perempuan Rasulullah s.a.w. dengan anak perempuan musuh Allah pada satu laki-laki.” Kemudian Ali meninggalkan pinangannya.
Hadits Sahih
Dan diriwayatkan oleh Imam Muslim (halaman 1903-1904), Abu Daud (nomor 2069), Ibnu Majah (hadits (1999) dan al-Muzzi menisbatkannya juga kepada riwayat Nasa`i.
2. Imam Bukhari r.h. berkata (hadits 3110):
Sa’id ibn Muhammad al-Jarmi meriwayatkan kepada kami dari Ya’qub ibn Ibrahim
dari ayahnya bahwa Alid ibn Kutsair meriwayatkan kepadanya dari Muhammad ibn
‘Amar ibn Halhalah al-Daili dari Ibnu Syihab dari Ali ibn Husain bahwa mereka ketika datang ke Madinah dari tempat Yazid ibn Mu’awiyah pada waktu terbunuhnya Husain ibn Ali r.a., Miswar ibn Makhramah menemuinya lalu berkata kepadanya, “Apakah kamu ada keperluan yang bisa kamu perintahkan aku dengannya.” Lalu aku jawab kepadanya, “tidak ada.” Lalu dia berkata, Lalu apakah kamu (mau) memberikan kepadaku pedang Rasulullah s.a.w. itu? Maka sesungguhnya aku khawatir kaum tersebut mengalahkanmu atasnya (lalu dapat merebutnya). Dan demi Allah, jikalau kamu memberikannya kepadaku niscaya tidak akan mereka dapatkan selama-lamanya sampai dicabut nyawaku.
Sesungguhnya Ali ibn Abu Thalib pernah melamar putri Abu Jahal atas Fatimah a.s. Kemudian aku mendengarkan Rasulullah s.a.w. menyampaikan khutbah kepada
orang-orang dalam masalah itu dari atas mimbarnya ini-dan aku ketika itu sudah dewasa (baligh). Lalu Beliau berkata, “sesungguhnya Fatimah adalah dariku dan aku sangat khawatir dia mendapatkan fitnah pada agamanya.”
Kemudian Beliau menyebutkan kerabatnya (dari ikatan perkawinan) dari Bani Abd Syams dan memberikan pujian kepadanya dalam kekerabatan mereka dengannya. Beliau berkata, “dia berbicara padaku maka dia jujur kepadaku, dan dia berjanji kepadaku maka meyempurnakan janjinya kepadaku. Dan sesungguhnya aku tidak mengharamkan apa yang halal dan tidak menghalalkan apa yang haram. Akan tetapi, demi Allah, tidak berkumpul putri Rasulullah dan putri musuh Allah selama-lamanya. “
Hadits Sahih
Dan diriwayatkan oleh Imam Muslim (2449), Abu Daud (2069), Ibnu Majah (1998), dan dinisbatkan oleh al-Muzzi kepada riwayat Nasa`i.
=============================================================================
Ini adalah dua buah hadits yang kerap digunakan para aktivis anti-poligami untuk kepentingan propaganda mereka.Padahal, dari kedua hadits tadi tampak jelas bahwasanya Rasulullah tidak pernah melarang poligami kepada Ali r.a, hanya saja beliau tidak setuju jika wanita yang dinikahi adalah putri Abu Jahal yang notabene merupakan musuh terbesar Islam saat itu.
Aku sendiri tadinya mengira hal yang serupa (Rasulullah melarang Ali berpoligami -red) disebabkan potongan hadits yang tidak lengkap, meski disertakan perawinya yakni Imam Bukhari sehingga aku meyakini derajat keshahihannya.
Hadits-hadits ini memang sengaja dipotong oleh orang-orang yang mengaku sebagai orang-orang Islam Liberal (ISLIB, bukan IBLIS lho meski kayaknya mirip ^_^!)
dengan tujuan mengharamkan poligami dengan menggunakan dalil-dalil Qur’an maupun Hadits, namun karena memang tidak ada satupun dalil yang mengharamkan poligami, akhirnya mereka melakukan pemotongan atau ‘pemlintiran’ dalil supaya bisa mendukung pendapat mereka sekaligus digunakan sebagai alat propaganda untuk merubah pandangan umat islam bahwa POLIGAMI itu HARAM.
Nah.. jadi tulisanku disini juga untuk meralat apa yang tertulis dalam postinganku sebelumnya (Islam Mengajarkan Poligami -red), aku sendiri merasa tertipu oleh perbuatan orang-orang tersebut, sungguh sesuatu yang menjijikan bagiku, merubah-rubah dalil yang ada dalam kitab suci (termasuk juga hadits) untuk mendukung pendapat sendiri. Kalo mau nolak ya silakan, gunakan argumen apapun yang bisa mendukung pendapat kalian, tapi jangan merubah-rubah dalil yang sudah jelas dong..
Huff… kok jadi panjang lebar dan penuh emosi gini ya?? ^_^!! Yah.. sebenarnya tulisan di atas cuma untuk menegaskan 1 hal : ISLAM MENGHALALKAN POLIGAMI dan TIDAK ADA SATU DALIL PUN YANG MENGHARAMKANNYA.

1 comment
Comments feed for this article
17 April, 2007 pada 18:23
(ternyata) Islam (tidak) Mengajarkan Poligami « –[::raf_03::]– rafBlog on the web!
[...] ada beberapa alasan yang menyebabkan aku merevisi pendapatku, untuk lebih jelasnya sialakan baca Ali pun tak dilarang poligami dan Kalo Poligami Halal Berarti [...]